Selasa, 01 Oktober 2013

Sifat Siklus Investasi dan Pembiayaan


1.   TINJAUAN PUSTAKA

1.            SIFAT SIKLUS INVESTASI DAN PEMBIAYAAN
1.1.      Penelahaan Atas Siklus Investasi Dan Pembiayaan 
Secara teratur manajemen mengambil keputusan tentang bagaimana cara menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan-tujuanya. Auditor biasanya ingin memperoleh jawaban terhadap pertanyaan-peranyaan berikut ketika mengaudit siklus investasi dan pembiayaan.
·               Aktiva apa yang diperlukan untuk mendukung operasi entitas, dan apakah rencana jangaka panajang manajemen untuk menumbuhkan dasar aktiva entitas?
·               Aktiva apa yang diakuisisi. Atau dilepaskan selama periode berjalan?
·               Bagaimana altiva yang baru diakusisi dibiayai dan apakah rencana jangka panjang manajemen untuk membiayai pertumbuhan entitas?
Aktivitas investasi (investing activieties) adalah pembelian dan penjualan tanah, bangunan, peralatan, serta aktiva lain yang umumnya tidak ditahan untuk dijual kembali. Aktiva investasi juga mencangkup pembelian dan penjualan instrumen keuangan yang tidak dimaksudkan untuk tujuan perdagangan.
Langkah pertama dalam mengaudit aktivitas investasi meliputi pemahaman atas aktiva yang diperlukan untuk mendukung operasi entitas bersangkutan (misalnya: mesin, peralatan, fasilitas, tanah, atau sumber daya alam) dan tingkat pengembalian yang diharapkan perusahaan akan dicapai dari aktiva yang mendasarinya.
Langkah kedua meliputi penentuan aktiva apa yang diakuisisi selama periode berjalan. Aktiva jangka panjang biasanya cukup stabil bagi kebanyakan entitas. Denngan kata lain, sebagian aktiva tetap yang ada pada akhir tahun juga ada pada awal tahun. Karenanya, auditor sering memusatkan strategi audit pada audit perubahan aktiva jangka panjang, bukan pada keseluruhanpopulasi aktiva jangka panjang.
Aktivitas pembiayaan (financing acitvities) mencangkup transaksi dan peristiwa dimana kas diperoleh dari atau dibayarkan kembali kepada kreditor atau pemilik. Aktivitas pembiayaan dapat meliputi misalnya, mendapatkan pinjaman, lease modal, menerbitkan obligasi, atau menerbitkan saham preveren atau saham biasa. Juga akan mencangkup pembayaran untuk melunasi hutang, mengakuisisi kembali saham  dan membayar deviden. Jika auditor mengetahui perubahan yang terjadi dalam aktivitas investasi, maka perubahan pembiayaan seringkali dapat diprediksi.
2.            SIKLUS INVETASI
Pembahasan berikut akan membahas pada property, pabrik, dan peralatan (aktiva tetap). Logika yang diterapkan pada audit atas aktiva tetap ini pada dasarnya sama dengan logika yang akan diterapkan atas aktiva jangka panjang seperti sumber daya alam atau good will yang mungkin dihasilkan dalam suatu merger atau akuisisi.
2.1.      Tujuan Audit
Kategori
Asersi
Tujuan Audit atas Kelompok
Transaksi
Tujuan Audit saldo Hukum
Keberadaan atau Keterjadian






Kelengkapan








Hak
dan Kewajiban




Penilaian atau Lokasi




Penyajian dan Pengungkapan

Akuisisi yang tercatat adari transaksi aktiva tetap, pelepasan aktiva tetap, dan reparasi serta pemeliharaan  merupakan transaksi yang terjadi selama tahun berjalan.

Semua transaksi akuisisi aktiva tetap dan pelepasan aktiva tetap serta reparasi dan pemeliharaan (3) yang terjadi selama periode berjalan telah dicatat.








Transaksi untuk beban punyusutan dan penurunan nilai aktiva tetap diilai dengan tepat.


Transaksi penyusutan, reparasi, dan pemeliharaan serta lease operasi diidentifikasikan dengan benar dan diklasifikasikan dalam laporan keuangan.
Aktiva tetap yang tercatat merupakan aktiva produktif yang digunakan pada tanggal neraca .





Saldo aktiva tetap mencangkup semua transaksi yang terjadi selama periode berjalan.







Entitas itu memiliki atau mendapatkan hak atas ss atas semua aktiva tetap yang dicatat pada tanggal neraca


Aktiva tetap dicatat pada harga pokok dikurangi akumulasi penyusutan dan diturunkan nilainya sebesar penurunan nilai yang material.

Aktiva tetap dan lease modal telah diidentifikasi dengan benar dan diklasifikasikan dalam laporan keuangan.
Pengungkapan yang berkaitan dengan harga pokok, nilai buku, metode penyusutan, dan umur manfaat dari kelas utama aktiva tetap, penggadaian aktiva tetap sebagai agunan, dan syarat-syarat utama dari kontrak lease modal sudah memadai.

Untuk mencapai masing-masing tujuan audit spesifik ini, auditor menggunakan berbagai macam metodologi perencanaan dan pengujian audit. Ini mencangkup evaluasi atas materalistas, resiko inheren, resiko prosedur analitis, dan resiko pengendalian ketika mengembangkan strategi audit.

2.2.      Pertimbangan Rencana Audit
·               Materialistis
Aktiva tetap biasanya merupakan aspek yang materialdari laporan keuangan. Pertimbangan utama dalam mengevaluasi alokasi materialitas ini adalah adalah menetukan besarnya salah saji yang akan mempengaruhi keputusan seorang pemakai laporan keuangan yang layak.
Pertimbangan kedua adalah hubungan dengan biaya yang mendeteksi kesalahan. Audit atas aktiva tetap relative murah dibandingkan dengan audit atas akun-akun piutang atau persediaan. Akibatnya auditor biasanya akan mengalokasikan secara proporsional materialistas yang lebih kecil ke akktiva tetap dibandingkan ke piutang atau persediaan.
·               Risiko Inheren
Risiko inheren (inherent risk) yang berkaitan dengan asersi eksistensi/ keberadaan seringkali rendah karena aktiva tetap tidak mudah dicuri. Akan keberadaan, risiko inheren dapat meningkat sampai ketingkat sedang atau tinggi keran potensi bahwa aktiva yang dibesituakan atau tidak digunakan lagi, mungkin tidak dihapuskan. Risiko inheren yang menyangkut assersi penilaian mungkin dinilai sedang atau tinggi berkaitan dengan estimasi akuntansi dalam hubunganya dengan estimasi penyusutan
.
·               Risiko Prosedur Analitis
Risiko prosedur analitis unsur elemen dari risiko deteksi bahwa risko analitis akan gagal mendeteksi kesalahan yang material. Prosedur analitis bersifat efekti dari segi biaya dan hal itu dapat membantu auditor dalam mengavaluasi kelayakan laporan keuangan. Aktiva tetap secara relative harus stabil agar prosedur analitis dapat memberikan keyakinan tentang kewajaran penyajian laporan keuangan.
Akan tetapi auditor harus menunukan tingkat skeptesisme professional ketika mengevaluasi kelayakan beban penyusutan, termasuk kebijakan mengenai kapitalisasi lawan langsung membebankan aktiva sebagai beban melalui beban perbaikan dan pemeliharaan.
·               Risiko Pengendalian
Aspek yang sama dari pengendalian internal yang menetapkan kesadaran akan tingkat pengendalian yang tinggi seperti lingkungan pengendalian yang kuat, penilaian risiko efektif, akuntabilitias yang efektif atas penggunaan sumber daya, dan pemantauan system pengendalian adalah penting dalam konteks akuntansi untuk aktiva tetap. Salah satu transaksi penting yang berkaitan dengan aktiva tetapadalah akuntasi awal untuk akuisisi aktiva tetap.
Pengendalian yang berkaitan dengan asersi pilihan mencakup pengendalian atas estimasi akuntansi menyangkut beban penyusutan. Seringkali program komputer digunakan untuk menghitung beban penyusutan dan biasanya program-program ini mencakup pengujian kelayakan seperti pengujian pengecekan yang terbatas untuk memastikan bahwa aktiva tidak disusutkan terlalu besar.
3.            PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO AKTIVA TETAP
3.1.      Menentukan Resiko Deteksi
Pengujian substantif yang dilakukan auditor akan jauh lebih ekstensif dalam audit pertama atas seorang klien dibandingkan dengan penugasan yang berulang. Dalam audit pertama, harus diperoleh bukti tentang ketepatan saldo awal akun dan kepemilikan aktiva yang bersangkutan apabila klien tersebut sebelumnya telah diaudit oleh auditor independen lain, maka bukti-bukti ini akan lebih mudah dipeoleh apabila auditor pengganti dapat menelaah kertas kerja auditor terdahulu. Akan tetapi jika klien belum pernah diaudit, maka auditor harus melaksanakan penyelidikan atas saldo dan kepemilikan unit utama pabrik yang saat ini sedang beroperasi. Bukti-bukti yang berkaitan dengan audit awal biasanya diikhtisar dan disimpan dalam kertas kerja permanen auditor.
Dalam penugasan yang berulang, auditor akan memusatkan perhatian pada transaksi tahun berjalan. Biasanya proporsi terbesar dari aktiva tetap adalah aktiva yang pada aeal tahun, yang sebelumnya telah diaudit. Ketika menentukan resiko deteksi, auditor harus mempertimbangkan sejauh mana klien mempunyai aktiva konstruksi, lease modal yang signifikan, dan penambahan serta penarikan yang signifikan dari aktiva-aktiva itu. Auditor juga perlu mengevaluasi asumsi-asumsi kunci yang berkaitan dengan estimasi akuntansi atas beban penyusutan.
3.2        Merancang Pengujian Substantif
Pertimbangan resiko biasanya menghasilkan penekanan yang lebih besar tentang asersi keberadaan atau kejadian serta penilaian atau alokasi.
3.3        Prosedur Awal
Suatu peosedur awal yang penting termasuk memperoleh pemahaman tentang bisnis dan industri bersangkutan. Sebelum melaksanakan pengujian sibstantif lainnya dalan program audit, auditor menentukan bahwa saldo buku besar umum awal untuk akun-akun aktiva tetap sesuai dengan kertas kerja periode sebelumnya. Selain itu perbandingan ini akan mengknfirmasikan bahwa setiap penyesuaian yang dianggap perlu pada penyelesaiaan audit sebelumna dan dicerminkan dalam laporan keuangan yang diterbitkan pada periode sebelumnya juga telah dibukukan secara tepat dan diteruskan kemuka.
Berikutnya auditor harus menguji ketepatan matetatis dari skedul penambahan dan pelepasan yang disiapkan klien serta merekonsiliasi totalnya dengan perubahan saldo buku besar umum terkait untuk aktiva tetap selama periode berjalan. Selain itu auditor yang harus menguji skedul-skedul itu dengan memvouching pos-pos pada setiap skedulnya ke ayat jurnal pada dalam akun buku besar, dan menelusuri ayat jurnal buku besar ke skedul bersangkutan untuk menentukan bahwa penyajian yang akurat atas catatan akuntansi yang disiapkan. Dari buku tersebut telah dilakukan.
Prosedur Analitis yang Biasa Digunakan Untuk Audit Aktiva Tetap
RASIO

RUMUS
SIGNIFIKASI AUDIT
Perputaran aktiva tetap







Perputaran total aktiva






Pengembalian atas total aktiva






Beban penyusutan sebagai persen dari properti, pabrik dan peralatan.





Beban reparasi terhadap penjualan bersih
Penjualan bersih : aktiva tetap rata-rata





Penjualan bersih : total aktiva tetap rata-rata




(laba bersih + (bunga X (1- tarif pajak )))/ total aktiva rata-rata




Beban penyusutan / properti, pabrik dan peralatan rata-rata




Beban reparasi dan pemeliharaan : penjualan bersih
Suatu kenaikan yang tidak terduga pada perputaran aktiva tetap dapat menunjukkan kelalaian dalam mencatat  atau mengkapitalisasi aktiva yang dapat disusutkan.



Suatu kenaikan yang tidak terduga dalam perputaran total aktiva dapat menunjukkan kelalaian dalam mencatat  atau mengkapitalisaiskan aktiva yang dapat disusutkan.

Suatu kenaikan yang tidak terduga pada pengembalian atas aktiva dapat menunjukkan kelalaian dalam mencatat  atau mengkapitalisaiskan aktiva yang dapat disusutkan.


Suatu kenaikan atau penurunan yang tidak terduga pada beban penyusutan sebagai presentase dari aktiva yang dapat disusutkan dapat menunjukkan suatu kesalahan dalam menghitung penyusutan.


Suatu kenaikan yang tidak terduga dalam beban reparasi dan pemeliharaan dapat menunjukkan kemungkinan bahwa aktiva yang seharusnya dikapitalisasi telah dictatat sebagai beban.

3.4        Prosedur Analitis
Ketika melaksanakan prosedur analitis, auditor harus mempertahankan sikap skeptisme profesional yang layak dan menyelidiki hasil-hasil yang tidak normal. Jika hasil prosedur analitis konsisten dengan ekspektasi auditor, maka strategi audit dapat dimodifikasi untuk mengurangi luas pengujian rincian transaksi dan saldo. Pengujian substantif ini mencakup tiga jenis transaksi yang berkaitan dengan aktiva tetap: (1) penambahan, (2) pelepasan, serta (3) raparasi dan pemeliharaan.
3.4.1  Memvouching penambahan aktiva tetap
Semua penambahan normal harus didukung oleh dokumentasi berupa ororisasi dalam notulen rapat, voucher, faktur, kontrak dan cek-cek yang dibatalkan. Jumlah yang dicatat harus divouching untuk mendukung dokumentasi. Jika ada banyak transaksi maka vouching dapat dilakukan atas dasar pengujian. Dalam melaksanakan pengujian ini, auditor menegaskan bahwa pengakuan akuntansi yang tetap telah diberikan untuk biaya instalasi, angkutan dan yang sejenis. Untuk konstruksi dalam pelaksanaan, auditor dapat menelaah kontrak dan kpenambahan memberikan bukti tentang asersi eksistensi/keberadaan atau keterjadian (existence and occurrence – EO1), hak dan kewajiban (right and obigation – RO1) dan penilaian atau alokasi (valluation or allocation – VA2).
3.4.2  Memvouching pelepasan aktiva tetap
         Bukti-bukti tentang penjualan, penarikan dan tukar-tambah harus tersedia bagi auditor dalam bentuk nota pembayaran ka, otorisasi tertulis, dan perjanjian penjualan. Dokumentasi tersebut harus ditelaah secara seksama untuk menentukan ketepatan dan kelayakan ketepatan akuntansi, termasuk pengakuan keuntungan atau kerugian, jika ada. Prosedur berikut dapat juga berguna bagi auditor dalam menentukan apakah semua penarikan telah dicatat:
a.       Menganalisis akun pendapatan rupa-rupa untuk hasil dari penjualan aktiva tetap.
b.      Menyelidiki disposisi fasilitas yang berkaitan dengan lini produk atau operasi yang dihentikan.
c.       Menelusuri penarikan pesanan kerja dan ororisasi untuk penarikan ke catatan akuntansi.
d.      Mereview polis asuransi untuk mengakhiri atau mengurangi penanggungan.
e.       Melakukan tanya-jawab dengan menajemen tentang penarikan.
         Bukti-bukti yang mendukung keabsahan transaksi yang mengurangi saldo aktiva tetap berkaitan dengan asersi kelengkapan. Bukti-bukti yang diperoleh ketika mengaudit pelepasan aktiva tetap dapat membantu dalam mengaudit beban penyusutan. Kerugian yang signifikan dapat menunjukkan bahwa estimasi penyusutan mungkin kurang memadai. Sementara keuntungan yang signifikan dapat menunjukkan bahwa klien terlalu agresif dalam menyusutkan aktiva.
3.4.3  Mereview ayat jurnal beban reparasi dan pemeliharaan.
Tujuan auditor dalam melaksanakan pengujian ini adalah untuk menetukan kelayakan dan konsistensi pembebanan ke beban reparasi. Kelayakan meliputi pertimbangan mengenai apakah klien telah melakukan pembedaan yang tepat antara pengeluaran modal dan pendapatan. Sesuai dengan itu, auditor harus menscan masing-masing beban untuk mengidentifikasi jumlah yang cukup material yang akan dikapitalisasi. Untuk pos-pos ini, auditor harus memeriksa dokumen pendukung, seperti faktur penjualan, pesanan kerja perusahaan dan otorisasi manajemen guna menentukan kelayakan beban atau kebutuhan akan ayat jurnal penyesuaian.
Konsistensi meliputi penentuan apakah kriteria perusahaan atas pembedaan antara pengeluaran modal dan pendapatan sama seperti dalam tahun-tahun sebelumnya. Analisis  ayat jurnal beban reparasi juga menghasilkan bukti tentang penilaian aktiva tetap. Selain itu, analisis itu juga dapat mengungkapkan kesalahan klasifikasi dalam akun-akun yang berkaitan dengan asersi penyajian dan pengungkapan.
3.5        Pengujian Rincian Saldo
Tiga prosedur dalam kategori pengujian ini adalah: (1) menginspeksi aktiva tetap, dan (2) memeriksa dokumen dan kontrak hak kepemilikan.
3.5.1  Menginspeksi aktiva tetap
Inspeksi aktiva tetap memungkinkan auditor untuk mendapatkan pengetahuan pribadi yang langsung mengenai eksistensinya. Dalam penugasan yang berulang, inspeksi yang terinci dapat dibatasi pada pos-pos yang tercantum dalam skedul penambahan aktiva tetap. Akan tetapi, auditor harus mengunjungi aktiva tetap lainnya sambil tetap waspada terhadap bukti relevan lainnya tentang aktiva tetap.
3.5.2  Memeriksa dokumen dan kontrak hak kepemilikan
Bukti tentang kepemilikan dalam industry real estat dapat ditemukan dalam akte pembelian, polis asuransi pemilikan, tagihan pajak property, dan polis asuransi lain. Verifikasi atas kepemilikan dalam property riil juga dapat diperkuat dengan menelaah catatan publik. Pemeriksaan atas dokumen kepemilikan ini akan menyumbang pada asersi keberadaan atau keterjadian dan hak serta kewajiban untuk aktiva tetap.
Perjanjian lease memberikan kepada lessee hak untuk menggunakan property, pabrik, atau peralatan biasanya dalam periode waktu tertentu. Untuk tujuan akuntansi, lease ini dapat diklasifikasikan sebagai lease modal atau lease operasi. Auditor harus membaca perjanjian lease guna menentukan klasifikasi akuntasi yang tepat untuk lease yang sesuai dengan pengumuman Financial Accounting Standart Board.
Disamping asersi keberadaan atau keterjadian dan hak serta kewajiban, pemeriksaan kontrak lease berkenaan dengan penyajian yang memerlukan pengungkapan juga disyaratkan menurut GAAP. Auditor juga harus memeriksa kontrak-kontrak yang mengatur konsruksi dalam pelaksanaan, jika dapat diterapkan, guna mendapatkan bukti yang relevan untuk mengevaluasi akuntansi dan pelaporan klien atas aktiva yang bertalian.
3.6        Pengujian Rincian Saldo: Estimasi Akuntansi
Dua penyajian penting atas estimasi akutansi adalah pengujian substantive (1) mereview penyisihan penyusutan dan(2) mengevaluasi penurunan nilai aktiva tetap.
3.6.1  Mereview penyisihan untuk penyusutan
Dalam pengujian ini, auditor mencari bukti tentang kelayakan, konsistensi dan ketepatan beban penyusutan. Auditor harus memastikan metode penyusutan yang digunakan oleh klien  selama sebagai ctahun yang sedang diaudit. Identifikasi metode dapat diperoleh melalui penelaahan atas skedul penyusutan yang disiapkan oleh klien dan melakukan Tanya jawab dengan klien. Auditor kemudian harus menentukan apakah metode yang digunakan saat ini konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya. Penentuan kelayakan penyisihan penyusutan meliputi pertimbangan faktor-faktor seperti (1) sejarah masa lalu klien dalam mengestimasi umur manfaat dan (2) umur manfaat yang tersisa atas aktiva yang ada. Pengujian substantive ini memberikan bukti tentang semua asersi laporan keuangan kecuali asersi hak dan kewajiaban.
3.6.2  Penurunan nilai aktiva tetap
Auditor harus mengevaluasi apakah klien telah memperhitungkan secara layak penurunan nilai (impairment) aktiva tetap apabila terjadi perubahan yang material dalam lingkugan bisnis. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam FSABN 121, auditor harus mempertimbangkan bahwa nilai aktiva akan menurun apabila arus kas masa depan yang belum didiskontokan dari aktiva lebih kecil daripada nilai buku aktiva tersebut.
3.7        Perbandingan penyajian laporan dengan GAAP
         Persyaratan penyajian laporan aktiva tetap dalam keuangan bersifat ekstensif. Sebagai contoh: laporan keuangan harus memperlihatkan beban penyusutan selama tahun berjalan, biaya dan nilai buku kelas utama aktiva tetap, serta metode penyusutan yang degunakan. Bukti yang berkenaan dengan hal ini dapat diperoleh melalui pengujian substantive yang telah diuraikan pada sesi sebelumnya.
4.            SIKLUS PEMBIAYAAN
         Transaksi utang jangka panjang : mencakup peminjaman dari obligasi, hipotek, wesel, dan hutang, serta pembayaran pokok dan bunga yang berkaitan.
         Transaksi ekuitas pemegang saham : mencakup penerbitan dan penarikan sahma preferen serta saham biasa, transaksi saham treasuri atau treasury stock, dan pembayaran deviden.
         Penerbitan obligasi dan saham biasa biasanya merupakan sumbaer dana modal yang utama. Dengan demikian , perhatian akan dipusatkan terutama pada kedua sumber pembiayaan ini. Siklus pembiayaan berkaitan dengan siklus pengeluarah ketika kas dikeluarkan untuk membayar bunga obligasi, penariakn obligasi, deviden tunai,dan pembelian saham treasuri atau treasury stock. Akun-akun yang digunakan dalam mencatat transaksi siklus pembiayaan  meliputi:
Transaksi hutang jangka panjang :
-          Oblogasi, hipotek, wesel, dan hutang pijaman
-          Premi (diskonto) obligasi
-          Hutang bunga
-          Beban bunga
-          Keuntungan(kerugian) ataspenarikan oblogasi
Transaksi ekuitas pemegang saham:
Saham preferen
Saham biasa
Treasury stock
Modal disetor
Laba ditahan
Deviden
Hutang deviden


v   TUJUAN AUDIT
Kategori Asersi
Tujuan Audit atas Kelompok Transaksi
Tujuan Audit Saldo Akun
Keberadaan atau Keterjadian








Kelengkapan











Hak dan Kewajiban











Penilaian atau Alokasi







Penyajian dan Pengungkapan
Beban bunga yang dicatat dan transaksi laporan laba-rugi lainnya menyajikan pengaruh transaksi utang jangka panjang dan peristiwa yang terjadi selama periode berjalan

Semua transaksi beban bunga dan pendapatan lainnya yang berkaitan dengan utang jangka panjang yang terjadi selama periode berjalan telah dicatat
















Transaksi beban bunga dan pendapatan lainnya yang berkaitan dengan utang jangka panjang telah dinilai dengan tepat sesuai GAAP

Transaksi utang jangka panjang dan ekuitas pemegang saham telah diidentifikasi serta diklasifikasikan dengan tepat dalam laporan keuangan

Saldo utang jangka panjang yang dicatat merupakan utang yang ada pada tanggal neraca. Saldo ekuitas pemegang saham merupakan hak pemilik yang ada pada tanggal neraca

Saldo utang jangka panjang merupakan semua utang kepada kreditor jangka panjang pada tanggal neraca.
Saldo ekuitas pemegang saham merupakan klaim pemilik atas aktiva entitas yang melaporkan .

Semua saldo utang jangka panjang yang tercatat merupakan kewajiban entitas yang melaporkan.
Saldo ekuitas pemegang saham merupakan klaim pemilik atas aktiva entitas yang melaporkan.

Saldo utang jangka panjang dan ekuitas pemegang saham telah dinilai dengan tepat sesuai GAAP.



Saldo utang jangka panjang dan ekuitas pemegang saham telah diidentifikasi dan diklasifikasikan dengan tepat dalam laporan keuangan.

Semua syarat, ketentuan, komitmen, dan provisi terkait yang bersangkutan dengan utang jangka panjang telah diungkapkan secara memadai.

Semua fakta berkenaan dengan penerbitan saham seperti nilai pari atau nilai ditetapkan saham, saham yang diotorisasi dan diterbitkan, serta jumlah saham yang ditahan sebagai treasury stock atau terikat opsi telah diungkapkan

4.1        Pertimbangan Perencanaan Audit

4.1.1  Materialitas

         Ekuitas pemegang saham jelas merupakan komponen neraca yang material. Pengaruh transaksi siklus pembiayaa n terhadap laporan laba rugi juga sangat bervariasi dalam hal signifikansinya seperti juga pengaruhdevidan terhadap laporan laba ditahan. Persyaratn pengungkapan untuk hutang jangka panjang dan ekuitas pemegang saham biasanya signifikan.

4.1.2  Resiko Inheren
         Resiko salah saji dalam dalam melaksanakan dan mencatat transaksi siklus pembiayaan biasanya rendah. Dalam banyak perusahaan, transaksi ini tidak sering terjadi, kecuali untuk pembayaran devidan dan bunga, yang seringkali ditangani oleh age-agen diluar.
4.1.3  Resiko Prosedur Analitis
         Risiko prosedur analitis adalah unsur dari resikodeteksi bahwa prosedur  analitis akan gagal mendetksi kesalahan yang material. Setelah auditor memahami aktivitas investasi entitas dan sifat bisnis, aktivitas pembiayaan entitas tersebut harus dapat diprediksi.
4.1.4  Resiko Pengendalian
         Aplikabilitas komponen pengendalian internal untuk transaksi dan saldo siklus pembiayaan serupa dalam banyak hal dengan yang telah di uraikan sebelumnya untuk siklus investasi.
Unsur sistem akuntansi dari komponen informasi dan komunikasi umumnya akan menyediakan buku besar pembantu baik untuk hutang obligasi maupun modal saham. Ini dapat diselenggarakan oleh personil entitas atau agen dari luar. Penerapan dari masing-masing kategori aktivitas penendalian dapat ditemukan dalam siklus pembiayayaan dan akan disajikan dalan dua bagian berikut :
4.2        Dokumen dan Catatan yang Umum
         Beberapa dokuman yang disebutkan dalam siklus investasi, seperti sertifikat saham dan obligasi serta kontrak oblogasi, juga penting dalam siklus pembiayaan kecuali prespektifnya telah berubah dari investor ke penerbit.
4.3        Fungsi dan pengendalian yang berkaitan
-                Mengotorisasi obligasi dan modal saham
-                Menerbitkan oblogasi dan saham
-                Membayar obligasi dan deviden tunai
-                Penarikan dan reakuisisi obligasi serta modal saham
-                Pencatatan transaksi pembiayaan
         Prosedur analitis yang biasa digunakan untuk mengaudit siklus pembiayaan:
Rasio atau infomasi keuangan lainnya
Rumus
Signifikasi Audit
Arus kas bebas







Hutang bebunga
terhadap total aktiva





Equitas pemegang saham tenrhadap total aktiva




Membandingkan pengembalian atas aktiva dengan biaya inkremental hutang.








Pengembalian atas ekuitas saham biasa




Arus kas dari operasi terhadap deviden dan hutang bagian lancar.




Berapa kali bunga dihasilkan







Beban bunga terhadap hutang berbunga
Arus kas dari operasi dikurangi pengeluaran modal





Hutang berbunga : aktiva





Equitas pemegang saham: total aktiva





Apakah ROA > biaya Inkremental hutang.
ROA = (laba bersih + (bunga X (1- tarif pajak )))/ total aktiva rata-rata






(Laba bersih – deviden saham preveren): equitas pemegang saham biasa rata-rata.


Arus kas dari operasi : hutang + deviden yang jatuh tempo pada tahun berjalan




Laba sebelum bunga dan pajak penghasilan : (beban bunga + bunga yang dikapitalisasi)





(Beban bunga + bunga yang dikapitalisasi) : hutang berbunga rata-rata.
Arus kas bebas yang negatif akan menunjukkan kebutuhan dan akan mendekati jumlah dari pembiayaan yang diharapkan guna mencegah kekeringan kas atau investasi.

Memberikan kelayalakan atas proporsi hutang entitas yang dapat dibandingkan dengan penglaman tahun sebelumnya atau data industri.

Memberikan kelayalakan atas proporsi hutang entitas yang dapat dibandingkan dengan penglaman tahun sebelumnya atau data industri.

Jika sebuah perusahaan mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dari aktiva daripada biaya incremental hutangnya, maka ini merupakan tanda bahwa entitas dapat menggunakan pembiayaan dengan hutang untuk memperluas aktiva dan laba entitas tersebut.

Memberikan pengujian kelayakan atas ekuitas pemegang saham dengan adanya struktur laba dan pembiayaan perusahaan.

Suatu pengujian atas kemampuan entitas untuk memenuhi kewajiban keuangannya. Rasio yang kurang dari 1,0 menunjukkan adanya masalah likuiditas yang potensial.

Pengujian atas kemampuan entitas untuk menghasilkan laba untuk menutup biaya pelunasan hutang. Rasio yang menunjukkan 1,0 bahwa laba entitas tidak mencukupi untuk menutupi biaya pembiayaan.

Suatu pengujian kelayakan atas beban bunga yang dicatat yang harus mendekati biaya modal hutang rata-rata entitas.
5.            Pengujian Subtantif Atas Saldo Hutang Jangka Panjang
5.1        Menentuan Resiko Deteksi
Karena sifat dan jarang terjadinya sebagian besar jenis transakasi hutang jangka panjang, maka resiko inheren seringkali rendah untuk semua asersi saldo akun yang berkaitan kecuali kelengkapan dan penilaian atau alokasi. Tanpa memperhatikan apakah transakasi pembiayaan jarang terjadi atau tidak, auditor harus selalu waspada dengan kewajiban yang belum dicatat. Risiko inheren untuk asersi ini mungkin berada pada tingkat sedang atau tinggi karena kerumitan yang terlibat dalam menghitung amortisasi diskonto atau premi obligasi.
5.2        Merancang Pengujian Substantif
         Auditor mengandalkan terutama pada :
-                Komunikasi langsung dengan sumber idependen dari luar
-                Penelaah dokumentasi
-                Perhitungan kembali untuk mendapatkan bukti kompeten yang mencukupimengenai asersi yang bersangkutan dengan saldo hutang jangka panjang
         Kertas kerja audit, seperti analisis wesel bayar jangka panjang dan bunga digunakan untuk mendokumentasikan pengujian auditor. Masing-masing pengujian subtantif ini akan dijelaskan dalam bagian berikut :
5.2.1  Prosedur awal
         Prosedur awal yang biasanya berlaku untuk saldo hutang jangka panjang. Disini penting untuk mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan industrinya, menentukan kebutuhan entitas akan pembiayaan eksternal, dan kemampuan untuk melunasi hutang. Karena pembiayaan begitu jelas berkaitan dengan aktifitas investasi, maka auditor dapat melaksanakan prosedur-prosedur tersebut secara serentak. Melaksanakan Prosedur awal atas saldo dan catatan hutang jangka panjang yang akan mendapat pengujian lebih lanjut.
a.       Menelusuri saldo awal akun hutang jangka panjang ke kertas kerja  yang tahun sebelumnya.
b.      Mereview aktivitas disemua akun hutangjangka panjang dan akun-akun laporan laba rugi yang berkaitan serta menyelidiki ayat jurnal yang tampak tidak biasa dari segi jumlah atau sumbernya.
c.       Mendapatkan skedul yang disiapkan klien dan menentukan bahwa hal itu secara akurat merupakan catatan akuntansi mendasar yang disiapkan darinya dengan:
Melakukan footing dan crossfooting dengan saldo buku pembantu dan buku besar yang bertalian.
Menguji kecocokan pos-pos dalam skedul dengan ayat jurnal dalam akun buku besar yang bertalian.
5.2.2  Prosedur analitis
         Suatau bagian penting dari audit atas hutang jangka panjang adalah menentukan bahwa informasi keuangan yang akan di audit konsisten dengan harapan auditor.
a.       Menghitung rasio
b.      Menganalisis hasil-hasil rasio dibandingkan dengan ekspektasi berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, anggaran, industry, dan data lainnya.
5.2.3  Pengujian rincian transaksi
a.       Memvouching ayat jurnal dalam akun hutang jangka panjang dan akun-akun lapran laba-rugi yang berkaitan.
5.2.4  Pengujian rincian saldo
-                Menilai  otorisasi dan kontrak hutang jangka panjang
-                Mengkonfirmasi hutang dengan pemberi pinjaman dan perwalian oblogasi
-                Menghitung kembali beban bunga .
5.2.5  Perbandingan penyajian laporan dengan GAAP
         Dalam mengevaluasi kelayakan klasifikasi dam pengungkapan hutang jangka panjang yang dibuat oleh klien, auditor selalu memperhatikan statement of financial accounting yang berlaku.
a.       Membandingkan penyajian laporan dengan GAAP
b.      Menentukan bahwa saldo hutang jangka panjangtelah diidentifikasi dan diklasifikasikan dengan tepat dalam laporan keuangan.
c.       Menentukan kelayakan pengungkapan mengenai semua syarat, perjanjian, komitmen dan ketentuan penarikan yang berkaitan hutang jangka panjang.
6.            PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO EKUITAS PEMEGANG SAHAM
         Seperti dalam kasus hutang jangka panjang, pengujian atas saldo ekuitas pemegang saham dapat di lakukan sebelum atau sesudah tanggal neraca. Untuk saldo-saldo ini, asersi penilaian atau alokasi dan penyajian atau pengungkapan adalah mempertahankan perbadaan antara modal disetor dan laba ditahan.
6.1        Menentuan Resiko Deteksi
         Penilaian resiko inheren untuk asersi-asersi yang berkenaan dengan saldo ekuitas pemegang saham tergantung pada sifat dan frekuensi transaksi yang mempengaruhi akun-akun bersangkutan. Transaksi saham yang bersifat rutin dalam perusahaan terbuka sering di tangani oleh  register dan agen transfer.
6.2        Merancang Pengujian Substantif
Suatu daftar pengujian substantif yang mungkin dilakukan atas saldo equitas pemegang saham.
6.2.1  Prosedur Awal
         Auditor harus mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan industri serta menentukan (1) kebutuhan entitas akan pembiayaan eksternal dan (2) manfaat menggunakan pembiayaan dengan equitas guna mendukung pertumbuhan entitas itu.
6.2.2  Prosedur  Analitis
         Hubungan keuangan yang di nyatakan dalam rasio-rasio ini dapat bermanfaat untuk mengevaluasi kelayakan saldo-saldo equitas pemegang saham.
6.3        Pengujian Rician Transaksi
         Kategori pengujian ini mencakup vouching ayat jurnal dalam akun modal disetor dan laba ditahan seperti yang akan di jelaskan dalam bagian-bagian berikut :

Rasio
Rumus
Signifikansi audit
Pengembalian atas equitas pemegang saham biasa
(Laba bersih – Deviden saham preferen): Ekuitas pemegang saham biasa rata-rata
Memberikan suatu ukuran tingkat pengembalian yang di hasilkan dari investasi pemegang saham biasa. Auditor harus memahami faktor persaingan yang memungkinkan sebuah perusahaan  mendapat pengembalian tinggi yang tidak biasa.
-          Ekuitas terhadap total kewajiban dan ekuitas
Ekuitas pemegang saham : (ekuitas pemegang saham+ total kewajiban)
Memberikan kelayakan proporsi ekuitas entitas tersebut yang dapat di perbandingkan
dengan pengalaman tahun lalu atau data industri.
Tingakat
pembayaran deviden
Deviden tunai : laba bersih
Auditor biasanya akan menghrapkan
tingkat pembayaran deviden yang
rendah untuk perusahaan dengan tingkat pertumbuhan tinggi
yang perlu mereinvestasikan laba
guna mendanai investasi dalam modal kerja dan aktiva jangka panjang.
Laba per saham
Laba bersih : rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar
Laba persaham berguna untuk di bandingkan dengan harga persaham. Rasio ini dapat di bandingkan dengan rasio laba harga industri untuk kelayakannya.
Tingkat pertumbuhan yang dapat di pertahankan
Pengembalian atas ekuitas saham biasa x (1-tingkat pembayaran deviden)
Memberikan
estimasi
tingkat
pertumbuhan penjualan yang dapat di peroleh tanpa mengubah profitabilitas atau struktur  pembiayaan ketika pertumbuhan
penjualan lebih cepat secara signifikan daripada tingkat pertumbuhan yang dapat di pertahankan.



6.3.1  Voucing ayat jurnal ke akun modal disetor
         Setiap perubahan dalam akun modal di setor harus divouching ke dokumen pendukung.  untuk penerbitan saham baru, auditor dapat memeriksa surat kiriman uang dari hasil penerbitan itu. Jika pertimbangan untuk saham itu bukan kas, maka auditor harus memeriksa secara seksama dasar penilaian, seperti nilai pasar pertimbangan yang diterim atau di berikan. Untuk saham yang diterbitkan, kutipan harga pasar mungkin berguna dalam menentukan kelayakan penilaian; sementara apabila nilai properti yang diterima di gunakan, maka suatau penaksiran mungkin di perlukan.
6.3.2  Vouching ayat jurnal ke laba ditahan
         Setiap ayat jurnal pada laba di tahan kecuali posting laba bersih atau (rugi bersih) harus divouch ke dokumen pendukung. Sementara ayat jurnal untuk pengumuman deviden dan apropriasi laba ditahan di telusuri ke buku notulen rapat. Dalam menentukan kelayakan pembagian, auditor harus :
·               Menetapkan bahwa hak prerfensi atau hak lainnya dari pemegang saham dan setiap pembatasan pembagian deviden telah diakui.
·               Menetapkan jumlah saham yang beredar padam tanggal pencatatan dan memverifikasi ketepan total pengumuman deviden dengan menghitung kembali
·               Memastikan kelayakan ayat jurnal untuk mencatat pengumuman itu.
·               Menelusuri pembayaran deviden ke cek-cek yang di batalkan dan ddokumen lainnya.
6.4        Pengujian Rincian Saldo
         Pengujian substantif dalam kategori ini akan di jelaskan dalam 5 bagian berikut :
6.4.1  Review akte pendirian dan anggaran rumah tangga;
         Salinan akte pendirian dan anggaran rumah tangga harus disimpan dalam arsip kertas kerja permanen auditor ketika mengaudit klien yang berlanjut.
6.4.2  Review otorisasi dan persyaratan penerbitan saham;
         Semua terbitan saham, reakuisisi saham, dan pengumuman deviden harus di otorisasi oleh dewan direksi. Dengan demikian, suatu penelahaan atas notulen rapat herus memberikan bukti tentang transaksi ekuitas pemegang saham yang di otorisasi selama tahun berjalan.
6.4.3  Konfirmasi saham yang beredar dengan registrar dan agen transfer;
         Apabila klien menggunakan registrar, maka auditor dapat mengkonfirmasi total saham yang diotorisasi, diterbitkan, dan beredar pada tanggal neraca dengan register.
6.4.4  Memeriksa bukti sertifikat saham
         Pengujian ini di wajibkan apabila klien bertindak sebagai agen transfer bagi dirinya sendri. Pengujian ini akan melibatkan beberapa langkah. Pertama auditor haurus memeriksa buku sertifikat saham untuk menentukan bahwa (1) stubs untuk saham yang diterbitkan dan beredar telah di pisahkan, (2) sertifikat yang dibatalkan di gabungkan pada stubs yang asli, dan (3) semua sertifikat yang belum di terbitkan dalam keadaan utuh.
6.4.5  Memeriksa sertifikat saham yang di tahan sebagai treasury stock.
         Jika modal saham ditahan sebagai terasury stock, maka auditor harus menghitung sertifikat itu pada saat yang sama dengan perhitungan sekuritas lainnya. Idealnya, perhitungan itu harus di lakukan pada tanggal neraca.
6.4.5    Perbandingan Penyajian Laporan
         Pengungkapan atas perubahan dalam akun-akun terpisah yang terdiri dari ekuitas pemegang saham disyaratkan untuk membuat laporan keuangan yang cukup informatif. Pengungkapan. Tersebut dapat di  buat pada laporan dasar dan catatan yang menyertainya atau disajikan dalam laporan terpisah.

6.5    JASA BERNILAI TAMBAH DALAM SIKLUS INVESTASI DAN PEMBIAYAAN
         Setelah  menyelesaikan audit atas aktivitas investasi, auditor dapat mengevaluasi investasi entitas di bandingkan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Auditor juga dapat memberikan dua jasa bernilai tambah yang penting. Pertama,auditor dapat mengevaluasi seberapa efektif entitas telah memanfaatkan aktivanya untuk menghasilkan penjualan, laba , dan arus kas, serta mencapai tujuan tujuan entitas.


Boyten, Jonson Kell. 2002. Modern Auditing, Edisi ke 7, Jilid II. Jakarta: Erlangga


Tidak ada komentar:

Posting Komentar