Kamis, 21 Maret 2013

Utang Lancar (Current Liability)


Kewajiban merupakan hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu. Penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi.

Beberapa penyelesaian kewajiban bisa dilakukan dengan berbagai cara, yaitu:
a.       Pembayaran kas.
b.      Penyerahan asset lain.
c.       Pemberian jasa.
d.      Penggantian kewajiban tersebut dengan kewajiban lain.
e.       Konversi kewajiban menjadi ekuitas.

Kewajiban-kewajiban suatu perusahan dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu Kewajiban Jangka Pendek dan Kewajiban Jangka Panjang. Pada prinsipnya kewajiban akan dicantumkan sebesar nilai tunai dari kewajiban-kewajiban tersebut, tapi pada umumnya kewajiban jangka pendek akan dicantumkan dengan jumlah sebesar nilai nominalnya.

Kewajiban jangka pendek (current liability) menunjukkan kewajiban kini kepada pihak selain pemilik perusahaan akibat masa lalu yang memerlukan penyelesaian di kemudian hari dalam jangka waktu satu periode setelah tanggal neraca atau dalam suatu masa perputaran usaha yang sesuai dengan masa yang digunakan dalam menggolongkan asset lancar. Ditinjau dari sisi pendanaan maka kewajiban jangka pendek merupakan sumber pendanaan bagi kepentingan jangka pendek perusahaan yang mempunyai jangka waktu penyelesaian relatif pendek. Karena itu penyelesaian kewajiban semestinya menggunakan asset lancar yang diperoleh dari kegiatan operasi atau dengan menimbulkan kewajiban jangka pendek yang baru.

Secara umum kewajiban jangka pendek diklasifikasikan dalam dua kelompok, yaitu:
1.      Kewajiban jangka pendek yang jumlahnya sudah pasti.
2.      Kewajiban jangka pendek yang diestimasi.

KEWAJIBAN JANGKA PENDEK YANG JUMLAHNYA SUDAH PASTI
Kewajiban jangka pendek yang dikatakan sudah pasti apabila memenuhi dua syarat:
1.      Kewajiban untuk membayar sudah pasti, artinya sudah terjadi transaksi yang menimbulkan kewajiban membayar.
2.      Jumlah yang harus dibayar sudah pasti.
Yang termasuk dalam kelompok ini antara lain:

1.      Utang Dagang (Account Payable)
Utang Dagang adalah utang yang timbul karena pembelian barang dagangan, jasa atau asset lainnya yang dilakukan secara kredit atau angsuran yang sudah harus diselesaikan penyelesaiannya dalam satu masa perputaran usaha. Waktu perpindahan hak kepemilikan dan resiko umumnya didasarkan pada waktu penyerahan barang, namun apabila antara pembeli dan penjual karena suatu hal tidak memungkinkan dilakukan penyerahan barang secara langsung, maka penetapan waktu perpindahan hak kepemilikan dan resiko didasarkan pada syarat pengiriman yang disepakati. Ada dua syarat pengiriman, yaitu:
a.       Free on Board Shipping Point. Dalam FOB Shipping Point perpindahan hak kepemilikan dan resiko atas barang yang diperjual belikan terjadi pada saat barang keluar dari gudang penjual atau pada saat barang diserahkan ke pihak pengiriman.
b.      Free on Board Destination. Dalam FOB Destination perpindahan hak kepemilikan dan resiko barang yang diperjual belikan adalah pada saat barang-barang tsb sampai di gudang pembeli.

Jurnal yang harus dibuat pada saat terjadinya perpindahan kepemilikan dan resiko atas barang yang dibeli adalah:

Pembelian (Nama Aset yang dibeli)                    xxx
     Utang Dagang                                          xxx

Pencatatan Utang Dagang dapat dilakukan dengan metode bruto atau dengan metode neto.

2.      Utang Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam Periode itu.
Bagian dari Utang Jangka Panjang yang segera jatuh tempo dalam periode itu dapat dikelompokkan dalam Utang Lancar jika penyelesaian utang tersebut menggunakan Kas yang tidak dibatasi penggunaannya.

3.      Wesel Bayar (Notes Payable)
Yaitu kewajiban yang dinyatakan dalam bentuk surat kesanggupan membayar (promes) atau dalam bentuk surat perintah membayar (wesel). Dalam promes atau wesel tsb dinyatakan dengan pasti kepada siapa pembayaran akan dilakukan, jumlah yang harus dibayarkan dan tanggal pembayarannya. Wesel Bayar dapat timbul bersamaan waktunya dengan pembelian barang atau timbul dari pengalihan Utang Dagang menjadi Wesel Bayar.

4.      Utang Deviden
Pembagian Deviden suatu perusahaan pada umumnya dilakukan dalam dua fase, yaitu fase diumumkan dan fase dibayarkan deviden. Pengakuan Utang Deviden dilakukan pada saat diumumkan akan dilakukan pembagian Deviden.

Jurnal yang harus dibuat pada saat pengumuman Deviden adalah:

Laba Ditahan                               xxx
     Utang Deviden                                        xxx

5.      Utang Pajak
Yaitu Utang yang timbul berdasarkan ketentuan perpajakan. Perusahaan akan menjadi pihak yang mengumpulkan pajak yang dikenakan terhadap penghasilan karyawannya, atau pajak yang dibebankan kepada pembeli. Nantinya pajak ini akan diserahkan oleh perusahaan ke kas Negara.

Jurnal yang harus dibuat:
a.       Pada saat mengumpulkan pajak
       Biaya Gaji                                         xxx
          Utang PPH 21 karyawan                    xxx
          Kas                                                        xxx

b.      Pada saat menyerahkan pajak ke kas Negara.
Utang PPH                                         xxx
     Kas                                                                 xxx

6.      Utang Biaya
Utang Biaya adalah utang yang timbul karena pembebanan biaya yang belum dilakukan pembayarannya sampai dengan tanggal disusunnya Neraca. Misalnya gaji karyawan yang belum dibayarkan.
Jurnal yang harus dicatat dalam mencatat Utang Biaya adalah:

Biaya (...)                                                xxx
     Utang (...)                                    xxx

7.      Uang muka dan Jaminan yang dapat diminta kembali
Uang muka yang merupakan pembayaran di muka dari pembeli untuk barang-barang yang dipesan sebelum barang diserahkan kepada pembeli maka uang muka tsb merupakan Utang Jangka Pendek. Sedangkan jaminan yang diminta dari pelanggan yang dapat ditarik kembali sewaktu-waktu juga merupakan Utang Jangka Pendek.

8.      Pendapatan yang Diterima di Muka
Pendapatan Diterima di Muka belum boleh diakui sebagai Pendapatan karena perusahaan belum memberikan kontra prestasinya kepada pihak yang memberikannya. Pendapatan ini diperlakukan sebagai Kewajiban perusahaan sampai dengan kontra prestasi selesai dilakukan. Ada dua pendekatan yang dapat dilakukan dalam mencatat Pendapatan Diterima di Muka:

a.       Pendekatan Neraca
Jurnal yang dibuat pada saat penerimaan Pendapatan Diterima di Muka adalah:

Kas                                                     xxx
     Pendapatan (...) Diterima di Muka               xxx

Jurnal yang dibuat setelah kontra prestasi selesai dilakukan:

Pendapatan (...) Diterima di Muka               xxx
     Pendapatan (...)                                 xxx

b.      Pendekatan Laba-Rugi
Jurnal yang dibuat pada saat penerimaan Pendapatan Diterima di Muka adalah:

Kas                                                     xxx
     Pendapatan (...)                                 xxx

Jurnal yang dibuat setelah kontra prestasi selesai dilakukan:

Pendapatan (...)                                 xxx
     Pendapatan (...) Diterima di Muka               xxx



KEWAJIBAN JANGKA PENDEK DIESTIMASI

Pengakuan dan Pengukuran Kewajiban diestimasi diatur oleh IAS 37. Kewajiban diestimasi (provision)  adalah kewajiban yang waktu dan jumlahnya belum pasti. Kewajiban diestimasi diakui sebagai kewajiban, dengan asumsi dapat dibuat estimasi andal, karena kewajiban tsb merupakan kewajiban masa kini dan kemungkinan besar mengakibatkan arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban tsb di kemudian hari. Jumlah yang diakui sebagai kewajiban diestimasi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada tanggal neraca (IAS 37.36).

Kewajiban Jangka Pendek pun ada yang belum dapat dipastikan kejadian dan jumlahnya sehingga penetapannya memerlukan estimasi. Yang termasuk kewajiban jangka pendek diestimasi adalah:

1.      Utang Hadiah.
2.      Utang Garansi.
3.      Utang Pemulihan Pencemaran Lingkungan.
4.      Utang Perkara Pengadilan.

1.      Utang Hadiah
Untuk meningkatkan penjualan mungkin perusahaan dalam menjual produknya menyertakan kupon berhadiah uang tunai atau barang. Realisasi pembayaran hadiah atas kupon-kupon hadiah tsb mungkin akan terjadi pada tahun berjalan periode-periode berikutnya.

Jurnal-jurnal yang berkaitan dengan Utang Hadiah adalah:

a.       Pada saat pembelian persediaan hadiah
Persediaan Hadiah                             xxx
     Kas/Utang Dagang                                        xxx

b.      Pada saat Produk Berhadiah Dijual
Kas/Piutang Dagang                          xxx
     Penjualan                                            xxx

c.       Pada saat pemberian hadiah
Biaya Hadiah                                     xxx
     Persediaan Hadiah                                         xxx


d.      Pengakuan Utang Hadiah
Biaya Hadiah                                     xxx
     Utang Hadiah                                    xxx

2.      Utang Garansi
Pemberian garansi atau penggantian produk dilakukan berdasarkan kontrak penjualan yang diberikan oleh produsen kepada pembeli produknya. Produsen menyatakan menjamin akan memperbaiki atau mengganti produk yang dalam jangka waktu tertentu sejak tanggal penjualannya menampakkan kerusakkan atau kecacatan. Ada dua metode pencatatan Garansi, yaitu metode Cash (diakui bila benar-benar terjadi pengeluaran kas pada saat terjadinya). Dan metode Accrual (diakui sesuai dengan terjadinya penjualan tanpa memperhatikan secara riil pengeluaran kasnya).
Dalam metode Accrual terdapat dua perlakuan Garansi:

a.       Garansi diakui sebagai Biaya.
Jurnal-jurnal yang harus dicatat berkaitan dengan Garansi adalah sbb:

1)      Pada saat Penjualan
Piutang Dagang                           xxx
     Penjualan                                      xxx

2)      Pada saat mencatat Biaya Garansi
Biaya Garansi                                                       xxx
     Macam-macam rekening kredit                                        xxx

3)      Penyesuaian akhir tahun untuk taksiran Utang Garansi
Biaya Garansi                               xxx
     Utang Garansi                              xxx

4)      Pada saat terjadi Garansi tahun berikutnya
Utang Garansi                                                      xxx
     Macam-macam rekening kredit                                        xxx

b.      Garansi diakui sebagai Pendapatan
Jurnal-jurnal yang harus dicatat yang berkaitan dengan Garansi adalah sbb:
1)      Pada saat Penjualan
Piutang Dagang                                       xxx
     Penjualan                                                  xxx
     Pendapatan Garansi Ditunda                   xxx

2)      Pada saat terjadinya Garansi
Biaya Garansi                                           xxx
     Macam-macam rekening kredit                            xxx

Pendapatan Garansi Ditunda                   xxx
     Pendapatan Garansi                                 xxx

3)      Penyesuaian Tidak dijurnal
4)     Pada saat terjadinya Garansi di tahun berikutnya
Biaya Garansi                                           xxx
     Macam-macam rekening kredit                            xxx

Pendapatan Garansi Ditunda                   xxx
     Pendapatan Garansi                                 xxx

3.      Utang Pemulihan Pencemaran Lingkungan
Ada kalanya operasi perusahaan menyebabkan kerusakan lingkungan, dan saat diputuskan berdasarkan ketetapan hukum bahwa perusahaan merusak lingkungan maka perusahaan harus segera melakukan perhitungan estimasi nilai kewajiban yang harus diakui. Jurnal yang dibuat untuk mencatatnya adalah:
Beban Pemulihan Pencemaran                             xxx
     Utang Pemulihan Pencemaran Lingkungan         xxx

4.      Utang Perkara Pengadilan
Suatu perkara pengadilan dapat mengakibatkan timbulnya kewajiban diestimasi manakala terdapat suatu keyakinan yang kuat bahwa perkara pengadilan tsb dapat mengakibatkan arus keluar sumber daya pada waktu yang akan datang.

Jurnal yang harus dibuat pada saat mencatat kewajiban ini adalah:

Kerugian Perkara Pengadilan                   xxx
     Utang Estimasi Perkara Pengadilan         xxx

KEWAJIBAN KONTIGENSI
Kewajiban kontigensi adalah kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu, dan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadi atau tidak terjadinya satu peristiwa atau lebih pada masa depan. Kewajiban Kontigensi juga adalah kewajiban kini yang timbul sebagai akibat peristiwa masa lalu tetapi tidak diakui karena terdapat kemungkinan besar perusahaan tidak mengeluarkan sumber daya untuk menyelesaikannya, atau jumlah kewajiban tsb tidak dapat diukur secara andal.  Karena itu perusahaan tidak diperkenankan mengakui kewajiban kontigensi, namun kewajiban kontigensi harus terus menerus dikaji ulang untuk menentukan tingkat kemungkinan arus keluar sumber daya berubah.          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar